Bangsa yang Setia
Saya hanyut dalam jutaan manusia yang dipenuhi aura spiritual yang luar biasa dan terfikir tentang hadits Rasulullah ketika menyebut bangsa Salman al-Farisi.
RISALAH
Prof Dr KH Kholid Al Walid
7/13/20261 min read


Adakah bangsa seperti bangsa Iran? Bermalam-malam mereka tegak berdiri meneriakkan kesetiaan mereka pada Rahbar yang baru. Sambil menuntut pembalasan terhadap pembunuhan Rahbar Ali Khamenei.
Akhirnya kita saksikan bagaimana penghormatan mereka di Tehran, Qom dan Mashad. Adakah penghormatan yang begitu luar biasa? Mereka datang dari beragam tempat bahkan ada seorang perempuan tua datang dari desa yang jauh sendiri dalam keadaan tubuhnya sudah sulit berjalan, ia meminta kepada orang-orang disekitarnya untuk mengantarkannya ke haram Imam Ridho a.s agar dapat lebih dekat dengan jenazah Rahbar. Sebagian menasihatinya bahwa itu bisa membahayakan nyawanya karena kepadatan orang yang berkumpul. Tapi perempuan tua itu berkata: "Biarkanlah aku mati aku tidak rela Agha (tuanku) mati."
Ketika jenazah di arak di samping saya seorang berteriak sambil berkata: "Agha bangun-Agha bangun." Seorang anak yang berusia sekitar 5 tahun sambil menangis di jalan berkata: "Saya jadi yatim, saya jadi yatim (man yatim syudam)." Sambil memeluk foto Rahbar.
Mereka setia menanti, di panas yang terik, dalam kepadatan yang luar biasa. Berdiri tegak dari pagi hari hingga malam hari mengantarkan Rahbar pada peristirahatan terakhirnya. Banyak yang terpaksa berjalan kaki puluhan kilometer karena ketiadaan kendaraan. Mereka bahkan siap mengorbankan apa pun yang ada pada dirinya untuk dipersembahkan pada Rahbar tercinta.
Bangsa mana lagi yang seperti ini, mereka tangguh dalam kesetiaan dan teguh dalam kecintaanya pada Rahbar.
Saya hanyut dalam jutaan manusia yang dipenuhi aura spiritual yang luar biasa dan terfikir tentang hadits Rasulullah ketika menyebut bangsa Salman al-Farisi. (Bersambung)
