Dialah Hakikat Kebaikan dan Sumber Kebaikan: Ma'rifat Ramadhan

Para filosof membuktikan bahwa di alam semesta terkait satu dengan lainnya. Bahwa apa yang ada ini pasti merupakan akibat atau sebab. Sebab pasti mendahului akibatnya dan unsur-unsur akibat pasti ada pada sebab karena bagaimana mungkin sebab akan menghasilkan akibat kalau pada diri sebab tidak ada unsur akibatnya.

RAMADHAN

Prof Dr KH Kholid Al Walid

2/23/20262 min read

Sekali lagi bahwa banyak yang berfikir keliru. Menyatakan bahwa Keburukan dan Kejahatan juga merupakan ciptaan Tuhan. Tuhan dalam konsepsi Islam adalah Tuhan yang Maha Sempurna. Dialah Zat yang Mutlak dan tidak terbatas. Seperti yang kita sudah bicarakan sebelumnya bahwa Keburukan dan Kejahatan bersumber dari Keterbatasan.

Para Filosof Muslim menjelaskan dengan menggunakan hukum kausalitas atau sebab dan akibat. Para filosof membuktikan bahwa di alam semesta terkait satu dengan lainnya. Bahwa apa yang ada ini pasti merupakan akibat atau sebab. Sebab pasti mendahului akibatnya dan unsur-unsur akibat pasti ada pada sebab karena bagaimana mungkin sebab akan menghasilkan akibat kalau pada diri sebab tidak ada unsur akibatnya. Supaya tidak rumit saya berikan contoh, induk pisang akan menghasilkan bibit pisang juga. Kenapa? Ya krn padanya ada unsur pisang dan mustahil pisang menghasilkan kelapa karena pada pisang tidak memiliki unsur kelapa.

Nah dari sini kita kembali pada Tuhan, jika Keburukan sumbernya Tuhan maka pada diri Tuhan ada unsur Keburukan jelas ini tidak mungkin juga jika Kebaikan dan Keburukan dari sumber yang sama maka ada dualitas pada diri Tuhan yang saling bertentangan menyebabkan diri Tuhan terbatas dan ini bagi filosof lebih mustahil lagi karena yang disebut dengan Tuhan adalah Zat yang Mutlak dan Tidak terbatas.

Dari sini para filosof muslim menyatakan bahwa pada Tuhan yang ada hanya kebaikan. Maka konsekuensi logisnya apapun yang muncul dari Tuhan hanyalah kebaikan dan sama sekali tidak ada keburukan sedikit pun.

Seluruh apa yang ada di alam ini dan semua hukum yang terkaitnya dengannya adalah kebaikan. Jika begitu maka Syetan pun kebaikan? Ya karena tanpa Syetan manusia tidak mungkin menjadi sempurna. Sama seperti penyakit, dengan penyakit itu berkembanglah pengetahuan pada manusia untuk memiliki kehidupan yang lebih baik.

Guru saya pernah mencontohkan dengan contoh yang menarik. Jika sebuah remah yang dibangun sangat mewah menghabiskan jutaan dollar tapi rumah mewah itu tidak ada toilet padanya, maka rumah mewah itu tidaklah sempurna. Sekalipun toilet tempat yang buruk tapi kehadirannya menyempurnakan.

مَآ اَصَابَكَ مِنْ حَسَنَةٍ فَمِنَ اللّٰهِ ۖ وَمَآ اَصَابَكَ مِنْ سَيِّئَةٍ فَمِنْ نَّفْسِكَ ۗ وَاَرْسَلْنٰكَ لِلنَّاسِ رَسُوْلًا ۗ وَكَفٰى بِاللّٰهِ شَهِيْدًا

Kebaikan (nikmat) apa pun yang kamu peroleh (berasal) dari Allah, sedangkan keburukan (bencana) apa pun yang menimpamu itu disebabkan oleh (kesalahan) dirimu sendiri. Kami mengutus engkau (Nabi Muhammad) menjadi Rasul kepada (seluruh) manusia. Cukuplah Allah sebagai saksi. (An-Nisā' [4]:79)

Pesannya bahwa kalau Anda memandang keburukan yang menimpa anda berasal dari Tuhan maka pemahaman Tauhid anda keliru. Tuhan adalah kebaikan murni dan apa yang berasal dari-Nya hanyalah kebaikan. ***