Digantung dan Dipukuli karena Membaca Keutamaan Imam ‘Ali as
Al-Dzahabi, seorang ahli hadis dan sejarawan Sunni, mencatat sebuah peristiwa yang terjadi di kota Damaskus setelah tahun 300 H, yang sebagian masyarakatnya saat itu adalah nashibi. Begini kisahnya...
SEJARAH
Muhammad Bhagas, S.Ag (Assatidz IJABI dan Pengkaji Kajian Islam Klasik)
1/7/20261 min read


Al-Dzahabi, seorang ahli hadis dan sejarawan Sunni, mencatat sebuah peristiwa yang terjadi di kota Damaskus setelah tahun 300 H, yang sebagian masyarakatnya saat itu adalah nashibi. Begini kisahnya :
Abu Sulaiman bin Zabr berkata: Aku bersama sepuluh orang lainnya—di antaranya adalah Abu Bakar al-Tha'i—pernah berkumpul sambil membaca keutamaan-keutamaan ‘Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu di Masjid Jami‘ Damaskus.
Tiba-tiba sekitar seratus orang jamaah masjid mendatangi kami dengan maksud memukuli kami. Seorang lelaki menggenggam janggutku. Kemudian datang beberapa syaikh, yang di antara mereka ada seorang qadhi (hakim) yang berhasil melepaskanku.
Sedangkan Abu Bakar al-Tha'i (yang tadi ikut membaca keutamaan ‘Ali) digantung dan dipukuli, lalu ia dibawa kepada penguasa di daerah al-Khadhra’.
Maka Abu Bakr al-Tha'i berkata kepada mereka: Tuan-tuan, di dalam kitabku/catatanku ini hanya tertulis keutamaan-keutamaan ‘Ali. Kalau begitu, besok akan kubawakan untuk kalian keutamaan-keutamaan Mu‘awiyah...
Abu Sulaiman bin Zabr yang selamat dari amukan tadi mendendangkan sebuah syair indah :
حُبُّ عليٍّ كلّه ضَرْبُ ... يرجُف مِن خيفتهِ القَلْبُ
فمذهبي حُبُّ إمام الهُدَى ... يزيد والدِّين هو النَّصْبُ
مَن غيرَ هذا قال فهو امرؤٌ ... مخالفٌ ليسَ له لُبُّ
والنَّاسُ من يَنْقَدْ لأهوائهم ... يَسْلَم وإلا فالقفا نَهبُ
Mencintai ‘Ali seluruhnya adalah pukulan
Hati pun bergetar karena khawatir dengannya
Maka mazhabku adalah cinta kepada imam petunjuk
sedang Yazid dan agama mereka adalah nashb (kebencian dan permusuhan terhadap Ahlul Bait as)
Siapa berkata selain ini,
sungguh ia menyelisihi kebenaran, tak memiliki akal
Manusia yang tunduk pada keinginan mereka (penguasa nashibi), dialah yang selamat
Jika tidak, tengkuklah yang direnggut
Demikian kisah ini dicatat dalam kitab Tarikh al-Islam wa Wafayat al-Masyahir wa al-A’lam, jilid 7, halaman 382.
***
Artikel diambil dari FB Muhammad Bhagas


