Dua Jenis Doa

Do'a adalah pengikat hati dengan kekasihnya. Setiap kata yang terucap adalah senandung pilu para perindu. Kebahagian tidak lagi bergantung pada sesuatu yang diberikan Tuhan untuknya, tetapi kebahagiaannya adalah bersama kekasihnya.

RISALAH

Prof Dr KH Kholid Al Walid

11/22/20252 min read

Ada dua jenis do'a. Pertama, do'a hamba terhadap Tuhannya. Do'a jenis ini berisikan permohonan, permintaan dan harapan. Tujuan dari do'a-do'a seperti tidak lain adalah agar Allah SWT mengabulkan permohonan dan permintaan serta mendekatkan harapan.

Umumnya do'a-do'a yang ada masuk jenis pertama ini: "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia)" (QS 3: 8).

"Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa." (QS 25: 74).

Kedua, do'a kekasih dengan kekasihnya. Do'a jenis kedua ini bukan lagi permintaan atau permohonan. Akan tetapi berisikan ekspresi kecintaan dan kerinduan. Doa adalah alat ekspresi untuk mengadukan kegundahan, kerinduan dan rasa cintanya yang memuncak kepada Allah SWT. Do'a jenis ini disebut juga "munajat".

"Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintai dan mengampuni dosa-dosamu" (QS 3: 31). "Ada pun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah."(QS 2: 165).

Bagi mereka Allah begitu dekatnya: "Jika hamba-Ku mencari-Ku sesungguhnya Aku dekat, Aku menjawab setiap do'a ketika mereka berdo'a" (QS 2: 186).

Keindahan bagi mereka adalah rebah sujud dalam pelukan cinta kasih Ilahi, tetes-tetes air mata kerinduan adalah permata-permata yang ia persembahkan untuk kekasihnya.

Baginya do'a adalah pengikat hatinya dengan kekasihnya, setiap kata yang terucap adalah senandung pilu para perindu. Kebahagiaannya tidak lagi bergantung pada sesuatu yang diberikan Tuhan untuknya tetapi kebahagiaannya adalah bersama kekasihnya, kebahagiaannya hanyalah berada dalam dekapan kekasihnya. Tak lagi ada keinginan di hatinya kecuali keridhoan sang kekasih.

Perhatikanlah do'a kekasih Allah, cicit Rasulullah Saw, Ali Zainal Abidin berikut ini:

"Ya Allah Jadikan kami di antara orang-orang yang kedambaannya adalah mencintai dan merindukan-Mu

Nasibnya hanya merintih dan menangis

Dahi-dahi mereka sujud karena keagungan-Mu

Air mata mereka mengalir karena kebesaran-Mu

Hati-hati mereka terikat pada cinta-Mu

Kalbu-kalbu mereka terpesona dengan Haybah-Mu

Aku memohon cinta-Mu

Dan Cinta orang yang mencintai-Mu

Dan cinta pada perbuatan yang membawaku ke sisi-Mu

Jadikan Engkau lebih aku cintai dari selain-Mu

Jadikan cintaku pada-Mu membimbingku pada ridho-Mu

Kerinduanku pada-Mu mencegahku dr bermaksiat kepada-Mu

Anugerah kan padaku memandang-Mu

Tataplah diriku dengan tatapan kasih-sayang-Mu

Jangan palingan wajah-Mu dariku

Ya Arhamar Rahimin."

Semoga Allah meletakkan di hati kita manisnya cinta kepada-Nya.