Kebaikan itu Bertajassum: Marifat Ramadhan
Di balik alam materi segala kebaikan tindakan, ilmu dan juga keburukan menghasilkan beragam bentuk sesuai dengan keadaan diri orang tersebut.
RAMADHAN
PROF DR KHOLID AL WALID (Pengasuh Kajian Tasawuf YouTube Misykat TV)
3/13/20262 min read


Ibn Arabi menceritakan pengalamannya koma di usia sembilan tahun, "Saat itu aku sakit keras dan aku seperti terjaga di tempat gelap yang menakutkan, aku lari kesana kemari karena takut dan bingung. Dalam keadaan hampir putus asa aku melihat di kejauhan ada setitik cahaya, aku lari ke arah cahaya itu yang semakin membesar dan ketika tiba di pusat cahaya itu aku menyaksikan sosok bercahaya yang indah. Aku bertanya "Siapa engkau?," wujud cahaya itu berkata "Aku pelindungmu" Aku kembali bertanya dengan pertanyaan yang sama dan kembali ia berkata "Aku pelindungmu", kemudian wujud itu memelukku, terasa kenyamanan dan kehangatan. Kemudian dia berkata kepadaku " Engkau belum saatnya berada di tempat ini" Aku kembali bertanya "Siapa engkau? " Wujud itu berkata "Aku adalah surah Yasin" Ia mendorongku dan tiba-tiba aku tersadar. Aku saksikan ayahku tengah membaca surah Yasin sampai pada ayat :
سَلٰمٌۗ قَوْلًا مِّنْ رَّبٍّ رَّحِيْمٍ
"(Kepada mereka dikatakan,) “Salam sejahtera” sebagai ucapan dari Tuhan Yang Maha Penyayang."
(Yāsīn [36]:58)
Di balik alam materi segala kebaikan tindakan, ilmu dan juga keburukan menghasilkan beragam bentuk sesuai dengan keadaan diri orang tersebut.
Para filosof muslim seperti Suhrawardi dan Mulla Sadra demikian juga para Arif Sufi menyebut hal ini sebagai "Tajjasum al-'Amal", ada beberapa argumentasi yang membuktikan hal ini yang dikemukakan para filosof seperti 'Kesatuan antara objek ilmu dan subjek ilmu' (Ittihad al-'Aqil Wa al-Ma'qul). terlalu rumit untuk di bahas disini. Tapi intinya bagi para filosof atau sufi manusia ini memiliki dua diri. Diri dalam bentuk ragawi materi ini dan diri bathin yang dihasilkan melalui kualitas jiwa. Baik karena amal atau ilmu.
Diri ragawi ini dihasilkan secara alamiah berdasarkan DNA biologis setiap orang tapi diri bathinnya dibentuk berdasarkan ilmu, amal dan imannya.
Dan setiap orang akan menyaksikan hasil dari perbuatannya tersebut.
فَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَّرَهٗۚ
Siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarah, dia akan melihat (balasan)-nya.
(Az-Zalzalah [99]:7)
وَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَّرَهٗ ࣖ
Siapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarah, dia akan melihat (balasan)-nya.
(Az-Zalzalah [99]:8)
Demikian pula ada yang wajahnya indah bercahaya ada pula yang gelap kusam.
يَّوْمَ تَبْيَضُّ وُجُوْهٌ وَّتَسْوَدُّ وُجُوْهٌ ۚ فَاَمَّا الَّذِيْنَ اسْوَدَّتْ وُجُوْهُهُمْۗ اَكَفَرْتُمْ بَعْدَ اِيْمَانِكُمْ فَذُوْقُوا الْعَذَابَ بِمَا كُنْتُمْ تَكْفُرُوْنَ
"(Azab itu terjadi) pada hari ketika ada wajah yang putih berseri dan ada pula wajah yang hitam kusam. "
(Āli ‘Imrān [3]:106)
Di masa Nabi Saw ada seorang sahabat yang suka membuat cerita-cerita lucu sehingga kehadirannya selalu mengundang tawa. Ketika Nabi Saw melaksanakan sholat Jamaah baru saja selesai salam Nabi Saw mendengar para sahabat nya tertawa. Selesai sholat Nabi Saw menghampiri mereka dan bertanya :
"Apa yang kalian lakukan?" semua tersenyum dan Nabi Saw melanjutkan "Tahukah kalian bahwa Allah akan membangkitkan pelawak itu dalam bentuk yang paling lucu" Sahabat pelawak tadi bertanya "Seperti apa ya Rasulullah ? " Rasulullah Saw berkata " Kelak Allah akan bangkitkan dia dengan badan bulat besar seperti bumi dan kepala kecil. Sehingga semua orang akan mentertawakan dirinya" Sahabat pelawak itu kemudian berkata "Tidak apa-apa Ya Rasulullah, paling tidak ketika semua orang di padang Mahsyar nanti dalam ketakutan aku dapat membuat mereka berbahagia sekalipun sejenak" mendengar jawaban itu Rasulullah Saw tersenyum dan Jibril a.s datang kepada Rasulullah Saw dan berkata "Ya Rasulullah Allah menyampaikan salam untukmu. Sesungguhnya sahabatmu itu kelak akan dibangkitkan dalam rupa yang paling indah karena dia telah membuat kekasih Allah tersenyum".
Maka indahkanlah rupa kita kelak dengan berbuat baik dan memasukkan kebahagiaan di hati para kekasih Allah SWT.
