Lima Jenis Doa yang Dilarang
Tidak semua doa baik. Ada lima jenis doa yang dilarang dalam al-Qur'an untuk kita panjatkan kepada Allah SWT.
RISALAH
Prof Dr KH Kholid Al Walid
12/2/20252 min read
Tidak semua doa baik. Ada lima jenis doa yang dilarang dalam al-Qur'an untuk kita panjatkan pada Allah SWT.
Pertama, Do'a yang bertentangan dengan hukum alam yang sudah Allah tetapkan dalam kehidupan manusia.
Di antara yang digambarkan Allah SWT terkait hal ini adalah doa Nabi Nuh as untuk putranya yang tidak ikut dalam kapal pada saat hanya kapal itulah yang mampu menyelamatkan dari terpaan banjir bandang.
"Dan Nuh berseru kepada Tuhannya sambil berkata: "Ya Tuhanku, sesungguhnya anakku termasuk keluargaku, dan sesungguhnya janji Engkau itulah yang benar. Dan Engkau adalah Hakim yang seadil-adilnya". Allah berfirman: "Hai Nuh, sesungguhnya dia bukanlah termasuk keluargamu, sesungguhnya perbuatannya tidaklah baik. Sebab itu janganlah kamu memohon kepada-Ku sesuatu yang kamu tidak mengetahui (hakikat)nya." (QS 11: 45-45)
Kedua, Doa yang bertentangan dengan ketetapan Syar'i. Bahwa Allah SWT hanya akan memberikan ampunan atas dosa bagi hamba-hamba-Nya yang beriman kepada-Nya. Syarat keimanan adalah syarat Syar'iyyah untuk dapat diampuni.
"Sekiranya kamu meminta ampun bagi mereka (orang-orang kafir) sebanyak 70 kali maka tidak sekali-kali Allah mengampuni mereka" (QS 9: 80).
Ketiga, Doa mengharapkan hilangnya kenikmatan pada orang lain. "Dan janganlah kamu tujukan kedua matamu kepada apa yang telah Kami berikan kepada golongan-golongan dari mereka, sebagai bunga kehidupan dunia untuk Kami cobai mereka dengannya" (QS 20: 131).
"Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain...dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya." (QS 4: 32).
Mendoakan hilangnya nikmat dari orang lain adalah sesuatu yang buruk sekali pun orang tersebut pernah membuat diri kita menderita. Kebahagiaan hakiki tidak pernah tercapai melalui penderitaan orang lain, kebahagiaan hakiki hanya tercapai melalui keikhlasan. Doakanlah kebaikan sekali pun bagi orang yang memusuhi kita karena kebaikan itu akan kembali untuk kita sendiri.
Empat, Do'a yang tidak membawa kemaslahatan. Maslahat adalah kebaikan bagi hamba itu sendiri baik dalam urusan dunianya maupun akhiratnya. Adakalanya doa tersebut dipandang baik. Tapi justru menghancurkan diri hamba itu sendiri baik untuk kehidupannya di dunia terlebih kehidupannya di akhirat.
"Dan manusia mendoa untuk kejahatan sebagaimana ia mendoa untuk kebaikan. Dan adalah manusia bersifat tergesa-gesa." (QS 17: 11).
"Hai kaumku mengapa kamu minta disegerakan keburukan sebelum (kamu minta) kebaikan? Hendaklah kamu meminta ampun kepada Allah, agar kamu mendapat rahmat." (QS 27:46)
Lima, Doa minta dihilangkan cobaan (fitnah). Cobaan adalah bagian alamiah kehidupan yang tidak mungkin manusia terlepas darinya.
"Kami akan timpakan kepada kamu sesuatu dari rasa takut, lapar, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan dan beritakan lah berita gembira pada orang-orang yang sabar" (QS 2: 155).
Suatu saat ada seseorang yang tengah berdoa: "Ya Allah jangan timpakan padaku cobaan." Rasulullah SAW yang lewat berkata: "Janganlah engkau berdoa demikian, apakah engkau tidak ingin memiliki anak dan istri? Bukankah Allah berfirman : "Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu adalah cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar." (QS 8: 28) Tapi berdoalah: "Ya Allah aku berlindung kepadamu dari keburukan cobaan."
Kehati-hatian menjadi sesuatu yang sangat penting dalam berdoa. Pertimbangkanlah kembali apa yang kita minta. Sehingga kita tidak memohon sesuatu yang bakal merusak diri kita sendiri dan justru membuat Allah tidak ridha kepada kita. ***
