Marifat Doa dan Istidraj

Ketika do'a-do'a dan permohonan diijabah Allah, berhati-hatilah dan mohon perlindungan Allah. Jauhkan rasa berbangga hati dan ikutilah dengan rasa syukur yang dalam.

RISALAH

Prof Dr KH Kholid Al Walid

11/24/20252 min read

Ada saatnya kita berada dalam kondisi tidak berdaya. Beragam usaha telah kita lewati. Beragam rencana pun sudah tak mampu lagi kita rancang. Hanya kesendirian kita dalam sebuah kepasrahan takdir, kita merasa terhempas dalam lembah yang tak berujung.

Padahal itulah saat Allah SWT sangat dekat dengan diri kita. Saat dimana ego sudah tak lagi menguasai diri kita.

"Dia lebih dekat daripada urat leher..."(QS.60;16).

"Dia bersamamu dimanapun kamu berada" (QS 57:4).

Al-Quran memberikan contoh do'a-do'a yang dipanjatkan para Nabi-Nya dalam saat ketidakberdayaan.

"Dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika ia menyeru Tuhannya: "(Ya Tuhanku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang, Maka Kamipun memperkenankan seruannya itu, lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya" (QS 21:83-84).

"Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya), maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap: "Bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim". Nabi-Nabi, Maka Kami telah memperkenankan doanya dan menyelamatkannya dari pada kedukaan. Dan demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman" (QS 21:87-88).

Dalam ketidakberdayaan itulah Allah justru menunjukkan bahwa Dia langsung mengabulkan doa Nabi-Nya. Jika saat-saat seperti itu terjadi pada kita, segeralah memohon kepada Allah SWT karena itulah saat yang paling dekat antara kita dengan Allah SWT.

Istidraj

Berhati-hati jika setiap do'a-do'a kita segera dikabulkan Allah, setiap permintaan kita terwujud, keinginan kita terkabul sedangkan dosa-dosa kita jauh lebih banyak dari amal-amal sholeh.

Mengapa? Bisa jadi itu satu tanda Allah sudah ingin menghabiskan nikmat-Nya untuk kita di dunia ini dan tidak tersisa bagian apapun di akhirat.

"Maka janganlah harta benda dan anak-anak mereka menarik hatimu. Sesungguhnya Allah menghendaki dengan (memberi) harta benda dan anak-anak itu untuk menyiksa mereka dalam kehidupan di dunia dan kelak akan melayang nyawa mereka, sedang mereka dalam keadaan kafir" (QS 9:55).

Orang yang Allah sudah biarkan dirinya hanyut dalam beragam kenikmatan sehingga bertambah jauh dari Allah SWT. Inilah yang disebut istidraj.

"Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, nanti Kami akan menarik mereka dengan berangsur-angsur (ke arah kebinasaan), dengan cara yang tidak mereka ketahui" (QS 7:182).

Al-Qur'an menggambarkan kedudukan hina Bal'am bin Baurah pendeta di zaman Fir'aun yang do'anya selalu diijabah tidak lebih bagaikan anjing yang menjulur-julurkan lidahnya.

"Dan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan (derajat)nya dengan ayat-ayat itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan menuruntukan hawa nafsunya yang rendah, maka perumpamaannya seperti anjing jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya (juga). Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami" (QS 7: 176).

Ketika do'a-do'a dan permohonan kita diijabah Allah SWT, berhati-hatilah dan mohon perlindungan Allah. Jauhkan rasa berbangga hati dan ikutilah dengan rasa syukur yang dalam. ***