Perjalanan Penghormatan Pemakaman al-Syahid Imam Ali Khamene'i (Bagian 3)
Kami sampai di hotel Fadak Qom sekitar pukul 10 pagi. Udara panas sudah agak terasa sekalipun belum memasuki musim panas yang sesungguhnya. Qom memang lebih panas dari Tehran. Hotel Fadak yang berada di bawah pengelolaan Al-Musthafa International University, posisinya sangat strategis selain langsung berhadapan dengan Hauzah Ilmiyah Hujjatiyah salah satu institusi pendidikan agama tertua di kota ini juga letaknya yang tidak jauh dari Haram al-Ma'sumah.
RISALAH
Prof Dr KH Kholid Al Walid, M.Ag
7/5/20262 min read


Qom
Kami sampai di hotel Fadak Qom sekitar pukul 10 pagi. Udara panas sudah agak terasa sekali pun belum memasuki musim panas yang sesungguhnya. Qom memang lebih panas dari Tehran. Hotel Fadak yang berada di bawah pengelolaan Al-Musthafa International University, posisinya sangat strategis selain langsung berhadapan dengan Hauzah Ilmiyah Hujjatiyah salah satu institusi pendidikan agama tertua di kota ini juga letaknya yang tidak jauh dari Haram al-Ma'sumah.
Kota Qom selain merupakan pusat pendidikan keagaaman terbesar di dunia juga merupakan kota yang menjaga tradisionalitasnya. Tidak kita temukan gedung-gedung mewah yang menjulang tapi kita dapati gedung-gedung sederhana dan mengukir arsitektur klasik Persia.
Pukul 17.30 saya berjalan perlahan menikmati petang di antara toko-toko buku tua dan bangunan Hauzah juga perpustakaan menuju pusat ziarah Makam Sayidah Fathimah al-ma'sumah cicit Rasululah ke 8 adik dari Iman Ali ibn Musa al-Ridho. Perempuan suci yang mengawali kota Qom dengan ilmu dan spiritualitas.
Penghormatan pada Sayidah Fathimah al-Ma'sumah ini luar biasa sehingga menghadirkan bangunan indah yang terpatri padanya mozaik-mozaik kaca yang begitu indah dan menawan.
Petang ini keadaan makam dan sekitarnya mulai penuh oleh para penziarah. Bisa jadi bukan hanya karena ziarah ke makam ini sangat mengisi spiritualitas akan tetapi 'saya duga' mereka menantikan kehadiran jenazah Iman Ali Khamne'i.
Pengamanan juga terasa lebih ketat dari keadaan normal. Disetiap sudut kota Qom telihat poster besar yang menampilkan gambar Imam Ali Khamnei juga para syuhada lainnya.
Memasuki makam Sayidah Fathimah al-Ma'sumah seperti memasuki sebuah taman yang indah terasa kenyamanan dan keteduhan, saya membaca doa yang telah disediakan di setiap rak-rak kecil yang tersedia. Air mata mulai meleleh dan rasa nyaman yang indah terasa di setiap individu yang ziarah. Getaran spiritualitas dari makam Sayidah Fathimah begitu terasa dan kaki begitu berat untuk melangkahkan kaki menjauh darinya.
Saya teringat dahulu ketika kami masih belajar di sini, putri tertuaku Nargis selalu menangis untuk berziarah ke Makam Sayidah al-Maksumah. Bahkan pernah kami tidak sempat setelah belanja keperluan dan langsung pulang setiba di rumah kami Nargis tidak berhenti menangis dan menggeret tanganku untuk keluar rumah dan beberapa saat saya sadar apa yang diinginkannya dan terpaksa kami kembali ziarah. Di situ wajah kecilnya berubah begitu bahagia. (Bersambung)
