Perjalanan Penghormatan Pemakaman al-Syahid Imam Ali Khamene'i (Bagian 6)

Selasa (7-7-2026) dini hari, setelah Sholat Subuh kami mulai berjalan menuju arah Masjid Jamkaran. Jalanan sudah mulai dipenuhi para peziarah. Di kiri kanan mawkib-mawkib menyediakan makanan dan minuman gratis. Lautan manusia mengalir bak air dalam balutan warna hitam. Dari sound sistem sepanjang terdengar slogan-slogan perlawanan. Kata-kata Intiqom Intiqom diteriakkan oleh para peziarah.

RISALAH

Prof Dr KH Kholid Al Walid MAg

7/11/20261 min read

Qom dan Tasyi' Jenazah

Selasa (7-7-2026) dini hari, setelah Sholat Subuh kami mulai berjalan menuju arah Masjid Jamkaran. Jalanan sudah mulai dipenuhi para peziarah. Di kiri kanan mawkib-mawkib menyediakan makanan dan minuman gratis. Lautan manusia mengalir bak air dalam balutan warna hitam. Dari sound sistem sepanjang terdengar slogan-slogan perlawanan. Kata-kata Intiqom Intiqom diteriakkan oleh para peziarah.

Foto-foto Imam Ali Khamnei dibagi-bagikan di jalan. Semua orang memeluk fotonya dan menangisi kepergiannya.

Seorang Arif besar, filosof garda terdepan dan Marja' Taqlid. Suaranya yang khas ketika memimpin sholat membuat para Makmum tak mampu menahan tangisan. Bahkan ketika beliau menyebut kata Syahid dan Qatil makmum terisak-isak.

Udara panas sangat menyengat, selain Qom memang sangat panas di musim panas juga saat ini puncaknya panas.

Lautan manusia tetap setia menantikan prosesi Tasyi' jenazah untuk di bawa ke Haram Fathimah al-Ma'somah.

Kurang lebih 2 jam setelah sholat jenazah sekitar pukul 08.00 jenazah dengan dibawa mobil kontainer yang sudah di tata sedemikian rupa menyerupai Darih (pagar makam para Imam) yang umumnya menutupi makam-makam mulia.

Isak tangis puluhan juta masyarakat tumpah, syair-syair suka cita dan perlawanan disenandungkan dan diperdengarkan sepanjang perjalanan. Tidak seorangpun yang meninggalkan prosesi ini hingga dalam waktu 2 jam mencapai Haram Fathimah al-Ma'somah. Di dalam Haram telah menantikan jutaan manusia.

Lautan hitam duka membuktikan secara nyata betapa kecintaan memenuhi seluruh atom-atom yang berterbangan dipersembahkan pada pribadi yang penuh cinta.

Masyarakat Iran tidak hanya kehilangan seorang pemimpin yang sangat dihormati, disegani dan dicintai namun mereka kehilangan seorang Ayah yang memiliki hati yang penuh kasih sayang. (bersambung)

Social Media