Syahidnya Filosof Kantian
Mungkin tidak banyak orang yang mengetahui bahwa Dr. Ali Larijani adalah filosof dan seorang pengagum Kant. Ia menulis banyak buku filsafat di antaranya "Matematika Kant", "Metafisika Kant" dan lain-lain. Selain itu, ia menantu filosof terkenal Murtadha Muthahari.
RISALAH
PROF DR KH KHOLID AL WALID
3/19/20261 min read


Mungkin tidak banyak orang yang mengetahui bahwa Dr. Ali Larijani adalah filosof dan seorang pengagum Kant. Ia menulis banyak buku filsafat di antaranya "Matematika Kant", "Metafisika Kant" dan lain-lain. Selain itu ia menantu filosof terkenal Murtadha Muthahari.
Menariknya ia bukan hanya dosen yang sibuk dengan mengajar dan meneliti. Ia seorang pejuang dan aktivis. Ia murid ideologis Imam Khomeini. Dan pernah menduduki jabatan penting sebagai Pimpinan Kantor berita Iran, Anggota Parlemen, Ketua Parlemen, Penasihat Politik Imam Ali Khamnei dan terakhir secara khusus diamanahkan sebagai Ketua Dewan Keamanan Nasional Iran. Ia ikut berperang ketika terjadi perang Iran vs Irak. Dan termasuk arsitek strategi perang Iran.
Dr. Ali Larijani tidak pernah mengambil gajinya kecuali gajinya sebagai dosen. Hartanya hanyalah sofa dan karpet yang dihadiahi oleh mertuanya ketika hari pernikahannya. Ketika putrinya menikah dan hendak membeli rumah. Putrinya berkata: "Apakah ayah tidak bisa mengambil gaji yang tersimpan yang selama ini tidak di ambil?" Sang Ayah berkata: "Kita sudah banyak berutang pada negeri ini, saya tidak ingin di akhirat menjadi beban yang harus saya tanggung."
Sahabat istrinya menceritakan beberapa waktu sebelum kesyahidannya. Istrinya Faridah berkata sambil bersedih karena sudah enam bulan Ali disibukkan kondisi yang terjadi. "Kalau Ali tidak di rumah, tanganku seperti terpotong, dia selalu belanja dapur, mencuci sayur-sayur dan memasak untuk kami. Dia menyapu rumah bahkan mencuci pakaian. Dia tidak pernah memperkenanku bekerja kalau dia sedang di rumah."
Sosok filosof, pejuang, aktivis dan suami yang sederhana ini telah syahid. Dalam pesan terakhir sebelum syahidnya, dia berkata: "Kematian lebih utama daripada hidup bersama dengan orang-orang zalim." ***
