Ziarah Perpisahan
Alhamdulillah saya dapat sholat berjamaah. Setelahnya saya hendak berziarah dan berharap dapat menziarahi makam Imam Ali Khamenei. Sayangnya untuk masuk bagian dalam masih ditutup dengan pembatas kayu.
RISALAH
Prof. KH. Kholid Al Walid, M.Ag
7/11/20261 min read


Tadi malam saya terlalu lelah, flu sudah agak berkurang tapi setelah melewati hari yang sangat melelahkan terutama berpisah dengan Rahbar kesedihan yang menyakitkan.
Saya tidur lebih awal dan Alhamdulillah pukul 02.00 saya terjaga dan segera ke Haram Imam Ali Al-Ridho untuk sholat subuh. Di musim panas ini subuhnya cepat sekali 02.15.
Alhamdulillah saya dapat sholat berjamaah. Setelahnya saya hendak berziarah dan berharap dapat menziarahi makam Imam Ali Khamnei. Sayangnya untuk masuk bagian dalam masih di tutup dengan pembatas kayu dengan foto-foto Imam Ali Khamnei.
Saya membaca ziarah Imam Ridho as., juga untuk Imam Ali Khamenei. Saya tanya kepada penjaga di sana kapan bisa normal kembali sekitar 2 hari lagi. Jelas saya tidak punya kesempatan. Karena hari ini harus kembali ke Qom dengan kereta api yang sama, yang kami tumpangi kemarin. Namun belum tahu, apakah sudah diperbaiki sehingga bisa langsung dari Mashad atau harus ke Naisyabur kembali. Yang jelas sejak dini hari pesawat-pesawat perang Iran hilir mudik di atas udara kota Mashad. (Bersambung)
